Alumni R-SBI
Kamis, 09 September 2010
Senin, 09 Agustus 2010
Puasa Ramadhan
Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah mengatakan,”Pintu-pintu surga
dibuka pada bulan ini karena banyaknya amal saleh dikerjakan sekaligus
untuk memotivasi umat islam untuk melakukan kebaikan. Pintu-pintu neraka
ditutup karena sedikitnya maksiat yang dilakukan oleh orang yang
beriman. Setan-setan diikat kemudian dibelenggu, tidak dibiarkan lepas
seperti di bulan selain Ramadhan“.
Selain itu pada Bulan Ramadhan terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan yaitu lailatul qadar (malam kemuliaan). Pada malam inilah -yaitu 10 hari terakhir di bulan Ramadhan- saat diturunkannya Al Qur’anul Karim.
Keutamaan Puasa Ramadhan
Selain itu pada Bulan Ramadhan terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan yaitu lailatul qadar (malam kemuliaan). Pada malam inilah -yaitu 10 hari terakhir di bulan Ramadhan- saat diturunkannya Al Qur’anul Karim.
Keutamaan Puasa Ramadhan
- Puasa adalah
perisai.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Puasa adalah perisai yang dapat melindungi seorang hamba dari api neraka.” (HR. Ahmad dan Baihaqi, dihasankan oleh Syaikh Al Albani dalam Shohihul Jami’). - Orang yang berpuasa akan mendapatkan pahala yang tak terhingga.
- Orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan.
- Bau Mulut Orang yang bepuasa lebih harum di hadapan Allah daripada bau misik/kasturi.
- Puasa akan memberikan syafaat bagi orang yang menjalankannya.
- Orang yang berpuasa akan mendapatkan pengampunan dosa.
- Bagi orang yang berpuasa akan
disediakan Ar Rayyan.
Sahl bin Sa’d radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya di surga ada sebuah pintu yang bernama Ar-Royyaan. Pada hari kiamat orang-orang yang berpuasa akan masuk surga melalui pintu tersebut dan tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut kecuali mereka. Dikatakan kepada mereka,’Di mana orang-orang yang berpuasa?’ Maka orang-orang yang berpuasa pun berdiri dan tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut kecuali mereka. Jika mereka sudah masuk, pintu tersebut ditutup dan tidak ada lagi seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut”. (HR. Bukhari dan Muslim).
Langganan:
Postingan (Atom)

